Temuan fasilitas · VPD · 14 Oktober 2026
VPD di Container Farm: suhu terlihat baik belum tentu cukup
Pengamatan 48,1 jam di fasilitas indoor farming 10 kaki kami menunjukkan bahwa pengendalian suhu saja belum menjamin lingkungan transpirasi yang stabil. Air-VPD hanya berada pada rentang operasional 0,6–1,2 kPa selama 48,16% waktu pengamatan.
Apa itu VPD?
Vapor pressure deficit (VPD) menyatakan selisih antara tekanan uap air jenuh pada suhu tertentu dan tekanan uap air aktual. Secara praktis, VPD membantu membaca “daya tarik” udara terhadap air dari tanaman. VPD terlalu rendah menandakan udara sangat lembap sehingga transpirasi dapat melemah dan risiko kondensasi meningkat. VPD terlalu tinggi meningkatkan tekanan evaporatif dan dapat mendorong tanaman kehilangan air terlalu cepat.
VPD = es(T) × (1 − RH/100)
Pada studi ini VPD dihitung dari suhu dan RH udara, sehingga hasilnya adalah air-VPD, bukan leaf-VPD.
Fasilitas dan data
Data dikumpulkan di fasilitas pertanian dalam ruang berbasis kontainer 10 kaki di Desa Pintubosi, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba. Ruang tanam berdimensi sekitar 234 × 282 × 239 cm dan menggunakan hidroponik vertikal untuk sayuran daun. Kondisi mikroklimat dipantau melalui 27 titik sensor internal dan satu referensi luar, bersama status aktuator dan konsumsi energi. Sistem mencakup AC 1 PK, humidifier, pencahayaan, serta injeksi CO₂.
Analisis utama menggunakan rekaman 22–24 Juni 2026 selama sekitar 48,1 jam. Rentang 0,6–1,2 kPa dipakai sebagai target operasional untuk evaluasi fasilitas—bukan sebagai klaim bahwa satu rentang selalu optimal untuk semua komoditas dan semua fase pertumbuhan.
Temuan utama
Suhu rata-rata 22,36 °C sekilas tampak sesuai dengan sasaran ruang tanam. Namun RH rata-rata mencapai 78,18%, sehingga air-VPD rata-rata hanya 0,593 kPa—sedikit di bawah batas bawah rentang evaluasi. Kepatuhan keseluruhan tercatat 48,16%. Dengan kata lain, lebih dari separuh waktu, kombinasi suhu dan kelembapan belum berada pada zona kerja yang ditetapkan.
Masalah paling jelas
0% kepatuhan pada malam hari
RH malam rata-rata 89,67% dan air-VPD sekitar 0,281 kPa. Pendinginan yang menurunkan suhu tanpa strategi dehumidifikasi dapat justru menekan VPD semakin rendah.
Mengapa kontrol suhu saja tidak cukup?
Suhu dan RH saling berinteraksi dalam menentukan VPD. Karena itu, aturan sederhana “AC menyala ketika suhu tinggi” tidak selalu menghasilkan lingkungan tanaman yang benar. Pada malam hari, beban panas menurun tetapi kelembapan dapat tetap tinggi. AC 1 PK mengonsumsi 9,73 kWh selama periode pengamatan, tetapi energi tersebut belum otomatis menghasilkan kepatuhan VPD yang tinggi.
Dataset terpisah pada 3 Juli 2026 memperlihatkan sisi berlawanan: air-VPD rata-rata 1,204 kPa dan pelanggaran VPD tinggi bertahan 225 menit setelah pukul 10.55. Dua pengamatan ini menegaskan bahwa fasilitas dapat berpindah dari kondisi terlalu lembap ke terlalu kering; pengendali harus merespons keduanya, bukan mengejar satu setpoint suhu.
Implikasi untuk rancangan pengendali
- 1. Jadikan VPD sebagai variabel supervisi.
Kendali suhu dan RH tetap menjadi lapisan aktuasi, tetapi keputusan tingkat atas perlu mengevaluasi VPD dan durasi pelanggaran.
- 2. Pisahkan strategi siang dan malam.
Malam memerlukan perhatian pada kelembapan berlebih dan kondensasi; siang dapat memerlukan humidifikasi ketika VPD meningkat.
- 3. Gunakan informasi spasial.
Banyak titik sensor diperlukan karena satu pembacaan rata-rata dapat menyembunyikan zona mikroklimat yang melanggar batas.
- 4. Optimalkan kepatuhan bersama energi.
Penilaian pengendali harus mencakup proporsi waktu dalam rentang, besarnya pelanggaran, dan energi—bukan suhu rata-rata saja.
Batas interpretasi
Hasil ini merupakan karakterisasi fasilitas pada periode pengamatan tertentu. Karena suhu daun tidak diukur, angka yang dilaporkan tidak boleh ditafsirkan sebagai leaf-VPD. Evaluasi agronomis berikutnya perlu menghubungkan VPD dengan fase pertumbuhan, respons tanaman, distribusi spasial, dan durasi paparan sebelum menyimpulkan setpoint terbaik untuk pakchoi atau komoditas lain.
Kesimpulan
Angka 48,16% adalah diagnosis, bukan keberhasilan. Temuan utamanya jelas: ruang dapat memiliki suhu rata-rata yang tampak aman tetapi tetap gagal menjaga lingkungan transpirasi karena kelembapan. Langkah berikutnya adalah kontrol gabungan suhu–kelembapan yang sadar VPD, spasial, dan energi, kemudian divalidasi langsung bersama tanaman.